Sebuah impian yang besar, akan bisa menumbuhkan motivasi dan energi yang besar pula untuk bisa menggapai apa yang diimpikannya tersebut. Dalam sejarah tercatat, orang-orang yang sukses rata-rata mereka mempunyai satu kesamaan yaitu mereka mampu untuk selalu memperbarui impian mereka. Kita ambil satu contoh, siapa yang tidak kenal dengan Nelson Mandela?
Nelson Mandela adalah salah satu contoh yang luar biasa. Sebelum ia menjadi Presiden Afrika Selatan, ia terlebih dahulu harus berjuang hanya untuk sebuah impian yaitu membawa negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk mencapai impiannya tersebut bukanlah satu hal yang mudah, melainkan ia harus menghadapi tantangan teramat berat. Impian inilah yang menjadi sumber semangat bagi Nelson dan memotivasi Nelson Mandela untuk tetap terus berjuang, meskipun ia harus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi hingga akhirnya Afrika Selatan benar-benar merdeka.
“Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka, (The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.)” demikian dikatakan oleh Eleanor Roosevelt.
Sebuah impian yang besar bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang. Kita ambil contoh adalah Anda. Ketika Anda memimpikan memiliki sebuah mobil merek BMW, maka secara tidak sadar Anda akan menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut. Mulai dari mengamati serinya, membandingkan keunggulannya dengan merek lain, hingga mengupayakan segala cara untuk bisa mendapatkannya. “It may be that those who do most, dream most, (Mereka mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat memimpikannya)” kata Stephen Butler Leacock.
Jika Anda memiliki sebuah impian, maka Andapun dapat memperbarui nilai serta menyempurnakan jati diri dengan kekuatan impian Anda tersebut. So… buat apa takut untuk bermimpi akan hal-hal yang besar? Sebab impian Anda tersebut bisa menimbulkan hasrat yang kuat untuk meraihnya. Impian Anda bisa menjadi sumber motivasi, yang mampu membangkitkan ambisi dan optimisme, sehingga Anda mampu melampaui semua rintangan serta kesulitan.
Impian bisa menjadikan Anda penuh vitalitas dalam bekerja. Oleh karena itu, jadikanlah impian Anda tersebut sebagai sumber energi bagi Anda. Bagaimana cara mengolah impian agar menjadi sumber energi yang besar? Berikut ini ada 4 tips yang harus Anda jalankan:
“Nothing is difficult to those who have the will, -Tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih ada kemauan.”
Nelson Mandela adalah salah satu contoh yang luar biasa. Sebelum ia menjadi Presiden Afrika Selatan, ia terlebih dahulu harus berjuang hanya untuk sebuah impian yaitu membawa negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk mencapai impiannya tersebut bukanlah satu hal yang mudah, melainkan ia harus menghadapi tantangan teramat berat. Impian inilah yang menjadi sumber semangat bagi Nelson dan memotivasi Nelson Mandela untuk tetap terus berjuang, meskipun ia harus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi hingga akhirnya Afrika Selatan benar-benar merdeka.
“Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka, (The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.)” demikian dikatakan oleh Eleanor Roosevelt.
Sebuah impian yang besar bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang. Kita ambil contoh adalah Anda. Ketika Anda memimpikan memiliki sebuah mobil merek BMW, maka secara tidak sadar Anda akan menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut. Mulai dari mengamati serinya, membandingkan keunggulannya dengan merek lain, hingga mengupayakan segala cara untuk bisa mendapatkannya. “It may be that those who do most, dream most, (Mereka mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat memimpikannya)” kata Stephen Butler Leacock.
Impian Mampu Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi
Jika Anda memiliki sebuah impian, maka Andapun dapat memperbarui nilai serta menyempurnakan jati diri dengan kekuatan impian Anda tersebut. So… buat apa takut untuk bermimpi akan hal-hal yang besar? Sebab impian Anda tersebut bisa menimbulkan hasrat yang kuat untuk meraihnya. Impian Anda bisa menjadi sumber motivasi, yang mampu membangkitkan ambisi dan optimisme, sehingga Anda mampu melampaui semua rintangan serta kesulitan.
Impian bisa menjadikan Anda penuh vitalitas dalam bekerja. Oleh karena itu, jadikanlah impian Anda tersebut sebagai sumber energi bagi Anda. Bagaimana cara mengolah impian agar menjadi sumber energi yang besar? Berikut ini ada 4 tips yang harus Anda jalankan:
1. Penuh rasa percaya diri
Adanya rasa percaya bisa menjadikan seseorang pantang menyerah, tidak takut pada cemoohan dan kritik orang lain. Orang yang penuh rasa percaya diri akan tambah bersemangat untuk berbuat lebih baik ketika mendapatkan kritik serta masukan dari orang lain. Rasa percaya diri tersebut juga akan membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang.2. Fokus dan memiliki loyalitas tinggi
Untuk bisa mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka Anda harus menentukan pula target waktu yang harus Anda capai. Oleh karena itu Anda harus memiliki rasa loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan Anda serta fokus untuk merealisasikan target agar impian Anda tercapai.3. Ulet
Ada ulet sutra, ulet buah dan ulet tanaman, bukan… bukan itu yang saya maksud. Yang dimaksud dengan ulet di sini adalah, dengan sebuah impian akan menjadikan Anda memiliki semangat untuk bekerja lebih lama dan lebih keras serta tidak mudah putus asa ketika belum mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan.4. Memiliki sikap mental yang positif
Yang terakhir Anda harus memiliki sikap mental positif. Anda harus meyadari bahwa untuk bisa berhasil menggapai apa yang Anda impikan memerlukan sebuah pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh karena itu Anda harus selalu bersemangat untuk mengembangkan kemampuan tanpa henti dan berusaha untuk mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan Anda merupakan daya dorong yang luar biasa untuk menggapai kesuksesan Anda.“Nothing is difficult to those who have the will, -Tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih ada kemauan.”




0 komentar:
Posting Komentar